Narsisme Pada Kepemimpinan: Menghargai Kerendahan Hati

Banyak pemimpin mengalami "narsisme percakapan." Mereka secara konstan memutar pembicaraan pada diri mereka sendiri ketika bertemu dengan orang lain. Mereka tidak melewatkan kesempatan untuk berbicara tentang pengalaman masa lalu, pembelajaran, dan prestasi mereka, bahkan ketika anggota tim membawa masalah spesifik kepada mereka.

Hal ini memiliki efek yang signifikan pada orang lain.

Dalam salah satu lokakarya kepemimpinan yang pernah penulis ikuti pada awal karir, pelatih itu indah menggambarkan kerendahan hati sebagai:

"Kerendahan hati seperti tepian sungai yang memberikan arah pada air yang mengalir tanpa memiliki air tersebut."

Seperti tepian sungai, seorang pemimpin menyatukan konteks bersama untuk mengalirkan energi orang-orang. Seorang pemimpin memungkinkan aliran (kemajuan) dengan memberdayakan orang lain, mengajukan pertanyaan yang tepat, mendampingi orang lain, dan belajar dalam prosesnya. Fokus percakapan kepemimpinan adalah kebutuhan orang lain, kebutuhan konteks, dan kebutuhan pelanggan.


Berikut intinya:

Pemimpin yang rendah hati:

- Mengangkat tangan mereka saat waktunya bertanggung jawab.

- Memuji orang lain.

- Menggabungkan dorongan bersemangat dengan kerendahan hati (Kepemimpinan Tingkat 5).

- Belajar dengan penuh keberanian.

- Memutar percakapan menuju orang lain.

Sekarang, ingin penulis berbagi pengalaman bekerja dengan orang yang rendah hati. Apa yang mereka lakukan yang penulis kagumi? Apa bedanya?

Pemimpin yang rendah hati menunjukkan sikap yang membuat penulis terkesan. Mereka tidak hanya memandang keberhasilan mereka sendiri, tetapi juga memberikan pengakuan kepada orang lain dalam tim. Mereka selalu bersedia untuk mendengarkan dan membantu, tanpa membuat anggota tim merasa diabaikan atau diremehkan. Mereka tidak takut untuk mengakui kesalahan dan belajar dari mereka. Sikap mereka yang terbuka dan rendah hati menciptakan lingkungan kerja yang mendukung dan kolaboratif.

Perbedaan yang mereka buat sangat nyata. Tim yang dipimpin oleh pemimpin yang rendah hati lebih cenderung terlibat, termotivasi, dan berkontribusi secara positif. Mereka merasa dihargai dan didukung, sehingga mereka lebih termotivasi untuk berinovasi dan mencapai tujuan bersama. Kehadiran seorang pemimpin yang rendah hati tidak hanya meningkatkan produktivitas tim, tetapi juga menciptakan budaya kerja yang positif dan berkelanjutan.

Reference: https://www.linkedin.com/posts/tnvora_sketchnote-leadershipdevelopment-leadership-activity-7168836528742219776-Hyv9?utm_source=share&utm_medium=member_desktop

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pusat Pelatihan EFT di Indonesia (EFT Center) & EFT Center Founder

Genetika vs Epigenetika

Mudah Emosi & Tidak Percaya Diri