Conventional & Alternative Medicine

Conventional medicine

Conventional medicine, juga dikenal sebagai Western medicine, adalah sistem pengobatan yang berbasis pada ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah dikembangkan di Barat. Sistem ini berfokus pada penggunaan obat-obatan, operasi, dan terapi lainnya untuk mengobati penyakit dan mengurangi gejala.

Conventional medicine juga menggunakan berbagai alat dan teknologi, seperti:

Alat-alat medis: Alat-alat seperti stetoskop, thermometer, dan lain-lain untuk mengukur parameter fisik dan biologis.

Imaging: Teknologi imaging seperti MRI, CT scan, dan X-ray untuk mengambil gambar internal tubuh.

Laboratorium: Laboratorium untuk melakukan tes darah, urin, dan lain-lain untuk menguji parameter biokimia.

Conventional medicine memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya termasuk:

Efektivitas: Conventional medicine telah terbukti efektif dalam mengobati berbagai penyakit.

Keterjaminan: Conventional medicine memiliki keterjaminan yang tinggi dalam mengobati penyakit.

Teknologi: Conventional medicine menggunakan teknologi yang canggih dan efektif.

Namun, conventional medicine juga memiliki kekurangan, seperti:

Ketergantungan pada obat-obatan: Conventional medicine seringkali tergantung pada obat-obatan yang dapat memiliki efek sampingan.

Biaya tinggi: Conventional medicine dapat memiliki biaya yang tinggi, terutama jika menggunakan teknologi canggih.

Keterbatasan: Conventional medicine memiliki keterbatasan dalam mengobati penyakit yang tidak dapat diobati dengan cara konvensional.

Dalam sintesis, conventional medicine adalah sistem pengobatan yang berbasis pada ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah dikembangkan di Barat. Sistem ini berfokus pada penggunaan obat-obatan, operasi, dan terapi lainnya untuk mengobati penyakit dan mengurangi gejala.

Alternative Medicine sebagai “Pseudo-science”

Pseudo-science, juga dikenal sebagai "pseudosains", adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan teori, praktik, atau disiplin ilmu yang tidak berdasarkan pada metode ilmiah yang terbukti dan tidak memiliki basis empiris yang solid. 


Pseudo-science seringkali berupa teori atau praktik yang tidak dapat diuji atau dipertahankan melalui penelitian ilmiah, dan seringkali berisi unsur-unsur yang tidak ilmiah seperti kepercayaan, keyakinan, atau mitos. Contoh pseudo-science antara lain:

Homeopati: Sistem pengobatan yang menggunakan dosis yang sangat kecil dari bahan aktif untuk mengobati penyakit.

Reiki: Teknik yang menggunakan sentuhan untuk mengobati berbagai penyakit.

Terapi Energi: Teknik yang menggunakan energi untuk mengobati berbagai penyakit, termasuk EFT (Psikologi Energi) secara Holistik.

Pengobatan Spiritual: Sistem pengobatan yang berfokus pada pengobatan spiritual dan tidak berdasarkan pada metode ilmiah (Harus evidence based menurut Descartes).

Pseudo-science seringkali digunakan sebagai alternatif pengobatan atau sebagai tambahan pada pengobatan konvensional, tetapi tidak memiliki basis ilmiah yang solid dan tidak dapat diuji melalui penelitian ilmiah.

Awalnya Sekularisasi dalam Pengobatan

René Descartes (1596-1650 ) yang menginisiasi memisahkan science dan religion karena beberapa alasan:

Kritik terhadap dogma: Descartes tidak setuju dengan dogma-dogma yang diterima secara umum dalam agama dan filsafat. Ia berpikir bahwa ilmu pengetahuan harus berdasarkan pada penelitian empiris dan logika, bukan pada keyakinan dan dogma.

Pengembangan metode ilmiah: Descartes berpikir bahwa ilmu pengetahuan harus berdasarkan pada metode ilmiah yang sistematis dan logis. Ia mengembangkan metode yang dikenal sebagai "metode Descartes" yang berfokus pada penggunaan logika dan pengamatan empiris untuk memahami dunia.

Kritik terhadap teologi: Descartes tidak setuju dengan teologi yang diterima secara umum. Ia berpikir bahwa teologi harus berdasarkan pada penelitian empiris dan logika, bukan pada keyakinan dan dogma.

Pengembangan epistemologi: Descartes berpikir bahwa epistemologi harus berdasarkan pada penelitian empiris dan logika. Ia mengembangkan epistemologi yang dikenal sebagai "epistemologi Descartes" yang berfokus pada penggunaan logika dan pengamatan empiris untuk memahami pengetahuan.

Dalam sintesis, Descartes memisahkan science dan religion karena ia tidak setuju dengan dogma-dogma yang diterima secara umum dalam agama dan filsafat. Ia berpikir bahwa ilmu pengetahuan harus berdasarkan pada penelitian empiris dan logika, bukan pada keyakinan dan dogma.

Kesombongan Manusia dan Pengobatan yang Berbasis Spiritual yang mereka anggap "Pseudosains",

Kesombongan manusia seringkali membuat mereka menganggap bahwa pengobatan harus berbasis ilmiah dan menolak yang berbasis spiritual. Namun, Allah yang menciptakan manusia dan Allah yang Maha menyembuhkan. Allah menciptakan segala sesuatu dengan kekuatan-Nya, termasuk manusia dan segala sesuatu yang ada di alam semesta.Sedangkan manusia ditantang untuk membuat seekor lalat, namun tidak dapat.

"Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.” - QS: Al-Hajj: 73

Hal ini menunjukkan bahwa manusia tidak memiliki kekuatan untuk menciptakan segala sesuatu, termasuk seekor lalat. Allah yang Maha kuasa dan Maha penyembuh, sedangkan manusia hanya sebatas memiliki kemampuan yang terbatas.

Pengobatan yang Berbasis Spiritual

Pengobatan yang berbasis spiritual adalah pengobatan yang berfokus pada pertolongan Allah (Ilahiah). Pengobatan ini tidak hanya berbasis pada ilmu pengetahuan (Ilmiah), tetapi juga berbasis pada kepercayaan dan keyakinan. Pengobatan ini dapat membantu manusia dalam mengatasi berbagai penyakit dan masalah, termasuk stres, depresi, dan kecemasan.

Kesimpulan

Coba kita renungkan, apakah kita termasuk salah satu dari seseorang yang memiliki kesombongan tersebut? Apakah kita menganggap bahwa pengobatan harus berbasis ilmiah dan menolak yang berbasis spiritual (Hanya Ilmiah tanpa Ilahiah)? Namun, Allah yang menciptakan manusia dan Allah yang Maha menyembuhkan. Allah menciptakan segala sesuatu dengan kekuatan-Nya, termasuk manusia dan segala sesuatu yang ada di alam semesta.

Pengobatan yang berbasis spiritual pada umumnya saat ini juga dengan pendekatan ilmiah dengan berfokus pada pertolongan Allah (spiritual). Pengobatan ini dapat membantu manusia dalam mengatasi berbagai penyakit dan masalah, termasuk stres, depresi, kecemasan bahkan berbagai penyakit kronis.

Komentar